SISTEM INFORMASI MANAJEMEN UNIVERSITAS NASIONAL
PASIM BANDUNG 2013

Oleh : MIRA
ARSITA (020311283)
TEKNIK
INFORMATIKA
UNIVERSITAS
NASIONAL PASIM BANDUNG
Jl.
Dr. Djundjunan No.167 Bandung Telp (022) 6020409
BAB I
Pendahuluan
A.
Latar Belakang Masalah
Banyak orang mengerti tentang Sistem Informasi Manajemen,
tetapi sedikit yang dapat mengidentifikasikan secara spesifik tentang
pengertian dan penjelasannya secara jelas. Dalam tulisan kali ini penulis
mencoba membantu Anda yang kesulitan mencari bahan bacaan untuk Sistem
Informasi Manajemen. Semoga dapat membantu memberikan pencerahan dan bahan
teori bagi mahasiswa yang sedang mempelajari matakuliah ini.
Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi saat ini, dimana segala kegiatan dalam kehidupan sehari-hari akan berbasis komputer. Maka dalam suatu instansi Komputer merupakan bahan kebutuhan dalam menciptakan dan memperoleh serta memproses suatu sistem informasi yang setiap saat selalu berkembang. Oleh karena itu setiap orang harus mampu berupaya mengikuti arus informasi yang berkembang.
Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi saat ini, dimana segala kegiatan dalam kehidupan sehari-hari akan berbasis komputer. Maka dalam suatu instansi Komputer merupakan bahan kebutuhan dalam menciptakan dan memperoleh serta memproses suatu sistem informasi yang setiap saat selalu berkembang. Oleh karena itu setiap orang harus mampu berupaya mengikuti arus informasi yang berkembang.
Pada instasni perusahaan manapun saat ini
pastilah menggunakan Sistem Informasi Manajemen yaitu sebuah sistem manusia
atau mesin yang terpadu (integrated), untuk menyajikan informasi guna mendukung
fungsi operasi, manajemen dan pengambilan keputusan.
BAB
II
KONSEP
SISTEM
A.
Konsep Dasar Sistem
Kalau Anda membeli sebuah sepeda tetapi tidak dengan
rodanya, maka sepeda itu tidak akan berfungsi, dengan kata lain sepeda tersebut
tidak dapat dikatakan suatu sistem, karena masih ada komponennya yang kurang.
Kalau Anda mempunyai sebuah jam tangan digital elektronik yang harganya sampai
ratusan ribu rupiah dan mengalami kerusakan total sehingga tidak dapat
diperbaiki, maka jam tersebut sudah tidak ada nilainya lagi, walaupun komponen-komponennya
Anda jual sendiri-sendiri. Inilah mahalnya suatu sistem. Apakah sistem itu? Suatu
sistem dapat didefenisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau
lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan.
Suatu sistem dapat terdiri dari sistem-sistem bagian (subsystem). Misalnya,
system komputer terdiri dari subsistem perangkat keras dan subsistem perangkat
lunak. Masing-masing subsistem dapat terdiri dari subsistem-subsistem yang lebih
kecil lagi atau terdiri dari komponen-komponen. Subsistem perangkat keras (hardware)
dapat terdiri dari alat masukan, alat pemroses, alat keluaran dan simpanan
luar. Subsistem-subsistem saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk
satu kesatuan sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat tercapai.
Interaksi dari subsistem-subsistem sedemikian rupa, sehingga dicapai suatu
kesatuan yang terpadu atau terintegrasi (integrated). Anda dapat membayangkan,
bagaimana seandainya sistem komputer yang Anda miliki, masing-masing komponennya
saling bekerja sendiri-sendiri tidak terintegrasi, maka tujuan dari system komputer
tersebut tidak akan tercapai. Secara umum Definisi
dasar Sistem adalah Seperangkat unsur – unsur yang terdiri dari manusia alat –
alat prosedur, konsep – konsep yang dihimpun untuk maksud atau tujuan bersama
B.
Klasifikasi Sistem
Sistem
dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandangan, diantaranya adalah
sebagai berikut ini:
1. Sistem
diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem
phisik (phisical system). Sistem abstrak adalah sistem yang berupa
pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara phisik. Misalnya sistem
teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia
dengan Tuhan. Sistem phisik merupakan sistem yang ada secara phisik. Misalnya
sistem komputer, sistem akuntansi, system produksi dan lain sebagainya.
2. Sistem
diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem
buatan manusia (human made system). Sistem alamiah adalah sistem yang
terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Misalnya sistem perputaran
bumi. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan
mesin disebut dengan human-machine system atau ada yang menyebut
dengan man-machine system. Sistem informasi akuntansi merupakan contoh man-machine
system, karena menyangkut penggunaan computer yang berinteraksi dengan
manusia.
3. Sistem
diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan
sistem tak tentu (probabilistic system). Sistem tertentu beroperasi
dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi diantara
bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran dari sistem dapat
diramalkan. Sistem komputeradalah contoh dari sistem tertentu yang tingkah
lakunya dapat dipastikan berdasarkan program-program yang dijalankan. Sistem
tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena
mengandung unsur probabilitas.
4. Sistem
diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan sistem
terbuka (open system). Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak
berhubungan dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa
adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem
tertutup ini ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar
tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatip
tertutup, tidak benar-benar tertutup). Sistem terbuka adalah sistem yang
berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima
masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem
yang lainnya. Karena sistem sifat terbuka dan terpengaruh oleh
lingkunngan luarnya, maka suatu sistem harus mempunyai suatu sistem
pengendalian yang baik. Sistem yang baik harus dirancang sedemikian
rupa, sehingga secara relatip tertutup karena sistem tertutup akan bekerja secara
otomatis, terbuka hanya untuk pengaruh yang baik saja.
BAB
III
KONSEP
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
1. A.
Konsep Dasar Informasi
Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu
organisasi, sehingga informasi ini sangat penting di dalam suatu organisasi.
Suatu sistem yang kurang mendapatkan informasi akan menjadi luruh. Keadaan dari
sistem dalam hubungannya dengan keberakhirannya disebut dengan istilah entropy.
Informasi yang berguna bagi system akan menghindari proses entropy tersebut
yang disebut dengan negative entropy atau negentropy. Apakah
sebenarnya informasi itu, sehingga sangat penting artinya bagi suatu sistem?
Informasi
dapat didefenisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang
lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian
(event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan
keputusan. Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari
bentuk tunggal atau data-item. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu
kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian (event) adalah
sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Di dalam dunia bisnis, kejadian-kejadian
yang terjadi adalah perubahan dari suatu nilai yang disebut dengan transaksi.
Misalnya penjualan adalah transaksi perubahan nilai barang menjadi nilai uang
atau nilai piutang dagang. Kesatuan nyata (fact) adalah berupa suatu obyek
nyata seperti tempat, benda dan orang yang betul betul ada dan terjadi.
B. Siklus Informasi
Data merupakan bentuk yang masih mentah, belum dapat
berceritera banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui
suatu model untuk dihasilkan informasi. Data dapat berbentuk simbol-simbol
semacam huruf-huruf atau alphabet, angka-angka, bentuk-bentuk suara,
sinyal-sinyal, gambar-gambar dan sebagainya. Di dalam kegiatan suatu
perusahaan, misalnya dari hasil transaksi penjualan oleh sejumlah salesman,
dihasilkan sejumlah faktur-faktur yang merupakan data dari penjualan tersebut
masih belum dapat berceritera banyak kepada manejemen. Untuk keperluan pengambilan
keputusan, maka faktur-faktur tersebut perlu diolah lebih lanjut untuk menjadi suatu
informasi. Beraneka ragam informasi dapat dihasilkan darinya, misalnya :
Informasi
berupa laporan penjualan tiap-tiap salesman, berguna bagi manajemen untuk menetapkan
besarnya komisi dan bonus.
Informasi
berupa laporan penjualan tiap-tiap daerah, berguna bagi manajemen untuk pelaksanaan
promosi dan pengiklanan.
Informasi
berupa laporan penjualan tiap-tiap jenis barang, berguna bagi manajemen untuk
mengevaluasi barang yang tidak atau kurang laku terjual.
Dan
lain sebagainya.
Telah disinggung bahwa data yang dilah untuk menghasilkan
informasi menggunakan suatu model proses yang tertentu. Misalnya data temperatur
ruangan yang didapat adalah dalam satuan derajad fahrenheit dan data ini masih
dalam bentuk yang kurang berarti bagi penerimanya yang terbiasa dengan satuan
derajad celcius. Supaya dapat lebih berarti dan berguna dalam bentuk informasi,
maka perlu diolah dengan melalui suatu model tertentu. Dalam hal ini dipergunakan
model matematis yang berupa rumus konversi dari suatu derajad fahrenheit
menjadi satuan derajad celcius.

Gambar. Data
yang diolah melalui suatu model tertentu
Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi,
penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan
melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang
akan membuat sejumlah data kembali.
Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali
lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus. Siklus ini oleh John
Burch disebut dengan siklus informasi (information cycle) atau ada yang
menyebutnya dengan istilah siklus pengolahan data (data processing cycles).

Gambar. Siklus
informasi
C. Kualitas Informasi
Kualitas
dari suatu informasi tergantung dari tiga hal, yaitu informasi harus akurat,
tepat pada waktunya dan relevan.
Akurat, berarti
informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bisa meyesatkan. Akurat
juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus
akurat karena dari sumber informasi sampai ke penerima informasi kemungkinan
banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat merubah atau merusak
informasi tersebut.
Tepat pada waktunya, berarti
informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah
usang tidak akan mempunyai nilai lagi. Karena informasi merupakan landasan di
dalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan terlambat, maka dapat
berakibat fatal untuk organisasi. Dewasa ini mahalnya nilai informasi
disebabkan harus cepatnya informasi tersebut didapat, sehingga diperlukan
teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya.
Relevan, berarti
informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakaiannya. Relevansi informasi
untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya informasi mengenai
sebab musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang
relevan dan akan lebih relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan. Sebaliknya
informasi mengenai harga pokok produksi untuk ahli teknik merupakan informasi
yang kurang relevan, tetapi relevan untuk akuntan.
D. Nilai Informasi
Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih
efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Kegunaan informasi adalah
untuk mengurangi hal ketidakpastian didalam proses pegambilan keputusan tentang
sesuatu keadaan. Masalahnya adalah berapa harus dibayar oleh perusahaan untuk
mendapatkan informasi tersebut. Apakah informasi yang didapat sepadan dengan
biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkannya? Misalnya suatu perusahaan minyak
membeli hak pengeboran sebesar 10 juta dollar US dan yakin bahwa investasi
tersebut akan sangat bernilai jika pemilikan tersebut mengandung paling sedikit
5 juta barrel minyak mentah. Sedang perusahaan belum mengetahui seberapa banyak
minyak mentah yang dikandung di dalam pemilikan tersebut. Ketidakyakinan ini
dapat dikurangi dengan mendapatkan informasi tambahan yang berkualitas.
Misalnya dengan mengadakan alat pengukur seismic shot atau meminta pendapat
dari ahli geologi minyak. Untuk maksud mendapatkan informasi tersebut sepadan
atau lebih besar atau lebih efektif dan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan
informasi tersebut, maka dikatakan informasi tersebut bernilai. Akan tetapi perlu
diperhatikan bahwa informasi yang digunakan di dalam suatu system informasi umumnya
digunakan untuk beberapa kegunaan. Sehingga tidak memungkinkan dan sulit untuk
menghubungkan suatu bagian informasi pada suatu masalah yang tertentu dengan biaya
untuk memperolehnya. Karena sebagian besar informasi tidak dapat persis
ditaksir keuntungannya dengan suatu nilai usang, tetapi dapat ditaksir nilai
efektivitasnya. Pengukuran nilai investasi biasanya dihubungkan dengan analisis
cost effectiveness, atau cost-benefit.
2.
A. DEFINISI
SISTEM DAN INFORMASI
Sistem adalah
Seperangkat unsur – unsur yang terdiri dari manusia alat – alat prosedur,
konsep – konsep yang dihimpun untuk maksud atau tujuan bersama. Informasi
adalah Kegiatan yang diselenggarakan management perencanaan pengorganisasian
dan penggendalian kegiatan utama organisasi.

Gambar. Mengenai definisi system informasi
Sistem
informasi merupakan suatu sistem yang menerima data dan input lainnya dan
memprosesnya menjadi informasi sebagai output.
Suatu sistem infomasi mengumpulkan, menyimpan,
memproses, dan menyebarkan informasi untuk suatu tujuan tertentu.
Sistem
Informasi adalah sekumpulan elemen yang saling berhubungan (terintegrasi), yang
mengumpulkan (atau mendapatkan), menyimpan, memproses, dan menyebarkan
informasi untuk menunjang pengambilan keputusan dan tujuan lain, baik orang
maupun organisasi.
Komponen sistem informasi:
·
Infrastruktur
(teknologi informasi)
·
SDM
·
Prosedur
Computer Based Information System
(CBIS)
Sistem
informasi yang menggunakan teknologi komputer untuk melaksanakan satu atau
seluruh tugasnya.
Komponen CBIS:
·
Infrastruktur;
Teknologi computer
·
Hardware
·
Software
·
Database
system
·
Computer
network system
·
SDM
·
Prosedur
Sistem Informasi: Macam dan
Aplikasinya
·
Computer
based information system (CBIS) ;Suatu kombinasi yang terorganisir.
·
Hardware;
sekumpulan perangkat keras
·
Software;
sekumpulan perangkat lunak
·
Data;
sumber atau kumpulan data
·
Network;
sistem jaringan
·
Policies
and procedures; sekumpulan kebijakan, posedur dan instruksi
·
People;
orang-orang yang bekerja yang mengumpulkan, menyimpan, memproses, dan
menyebarkan informasi di dalam organisasi
Lima fungsi dasar teknologi dan sistem
informasi (apa yang dilakukan)
1. Capture (menangkap); Mendapatkan informasi
pada titik asalnya/terjadinya
2. Cradle (menyangga); Menyimpan informasi
3. Create (menciptakan); Memproses untuk
mendapatkan sesuatu yang baru
4. Convey (menyampaikan); Menyajikan informasi
dalam bentuk yang bermanfaat
5. Communicate (mengkomunikasikan); Mengirimnya
kepada orang lain
Sistem pendukung operasi (Operations
support systems)
Sistem
informasi yang memproses data yang dimunculkan dan digunakan dalam operasi
bisnis,Tujuannya adalah memproses transaksi bisnis secara efisien, mengontrol
proses industri, mendukung komunikasi dan kolaborasi perusahaan, dan
memperbaharui basis data perusahaan.
Macam-macam Operations Support
Systems
ü Transaction Processing Systems (TPS); Merekam dan memproses data dari
transaksi bisnis.
ü Process Control Systems; Memonitor dan mengontrol
proses-proses fisik produksi.
ü Enterprise Collaboration Systems; Meningkatkan komunikasi tim maupun
kelompok kerja.
Sistem
Pendukung Manajemen (Management Support Systems) Sistem informasi yang
berfokus pada penyediaan informasi dan mendukung pengambilan keputusan yang
efektif oleh para manajer
Macam-macam Management Support
Systems
1. Sistem Informasi Manajemen (Management
Information Systems/MIS).
§ Sistem informasi untuk fungsi
manajerial; Menyediakan informasi dalam bentuk laporan dan tampilan yang telah
ditentukan untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis (O’Brien, 2004).
§ Menyediakan informasi rutin untuk
aktivitas perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian (pengambilan
keputusan) dalam area fungsional. (Turban, 2004).
§ Mendukung level manajemen
2. Decision Support Systems (DSS); Menyediakan sistem
interaktif yang bersifat sementara untuk mendukung pengambilan keputusan Mengkombinasikan
model analitis dan database untuk menyelesaikan permasalahan, Membantu
pengambil keputusan atau manajer
3. Executive Information Systems (EIS); Menyediakan informasi penting bagi
eksekutif dan manajer.
2.
A. PENGERTIAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN dan
TEKNOLOGI INFORMASI
Pengertian
Sistem Informasi Manajemen :
Sistem
Informasi Manajemen
merupakan sistem informasi yang menghasilkan hasil
keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang
diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen.
Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan
piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi,
penjelasan status, dan sebagainya.
Semua sistem-sistem informasi tersebut dimaksudkan untuk
memberikan informasi kepada semua tingkatan manajemen, yaitu manajemen tingkat
bawah (lower level management), managemen tingkat menengah (middle
level management) dan manajemen tingkat atas (top level management).
Top level management dengan executive management dapat terdiri
dari direktur utama (president), direktur (vise-president) dan eksekutif
lainnya di fungsi-fungsi pemasaran, pembelian, teknik, produksi, keuangan dan
akuntansi. Sedang middle level management dapat terdiri dari
manajer-manajer devisi dan manajer-manajer cabang. Lower level management
disebut degan operating management dapat meliputi mandor dan
pengawas. Top level management disebut juga dengan strategic level,
middle level management dengan tactical level dan lower management
dengan tehcnical level.

Gambar.
Informasi
dan SIM untuk semua tingkat manajemen
Pengertian
Teknologi Informasi :
Teknologi Informasi adalah teknologi apa saja yang
dapat membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengkomunikasikan
dan menyebarkan informasi. contohnya seperti, PC, telepon, TV, peralatan rumah
tangga dan piranti genggam modern (ponsel).
B.
TUJUAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN dan
TEKNOLOGI INFORMASI
Tujuan Sistem Informasi Manajemen :
- Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
- Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
- Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
Tujuan Teknologi Informasi :
- Memecahkan masalah
- Membuka kreativitas, efektivitas, efisiensi
- Memotivasi kemampuan kita agar bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan Teknologi Informasi
- Mengembangkan kompetensi
C.
PERKEMBAGAN SISTEM INFORMASI DAN TEKNOLOGI
INFORMASI
Perkembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) :
Sebelum pertengahan abad ke-20, pada masa itu masihdigunakan
kartu punch, pemakaian komputer terbatas pada aplikasi akuntansi
yang kemudian dikenal sebagai sistem informasi akuntansi. Pada tahun 1964,
komputer generasi baru memperkenalkan prosesor baru yang menggunakan silicon
chip circuitrydengan kemampuan pemrosesan yang lebih baik. Untuk
mempromosikan generasikomputer tersebut, para produsen memperkenalkan konsep
sistem informasi manajemen dengan tujuan utama yaitu aplikasi komputer adalah
untuk menghasilkan informasi bagi manajemen. Konsep SIM ini dengan sangat
cepat diterima oleh beberapa perusahaan dan institusi pemerintah dengan skala
besar seperti Departemen Keuangan.
Sementara konsep SIM terus berkembang, Morton, Gorry, dan
Keendari Massachussets Institute of Technology (MIT) mengenalkan konsepbaru
yang diberi nama Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Systems -
DSS). DSS adalah sistem yang menghasilkan informasi yang ditujukan pada masalah
tertentu yang harus dipecahkan atau keputusan yang harus dibuat oleh manajer.
Perkembangan Teknologi Informasi
Pada awalnya Teknologi Informasi
yang dikembangkan manusia pada masa ini berfungsi sebagai sistem untuk
pengenalan bentuk-bentuk yang mereka kenal, mereka menggambarkan informasi yang
mereka dapatkan pada dinding-dinding gua, tentang berburu dan binatang buruannya.
- Masa 3000 SM Untuk pertama kali tulisan digunakan oleh bangsa Sumeria dengan simbol-simbol yang dibentuk dari pictograf sebagai huruf. Simbol atau huruf-huruf ini juga mempunyai bentuk bunyi yang berbeda (penyebutan), sehingga mampu menjadi kata , kalimat dan bahasa.
- Masa Sejarah (3000 SM s/d 1400-an M)
- 2900 SM Pengunaan huruf hierogliph pada bangsa Mesir kuno.
- 500 SM Serat papyrus digunakan sebagai kertas.
- 105 M Bangsa Cina menemukan kertas.
- MASA MODERN (1400-AN M S/D SEKARANG) Mesin cetak yang menggunakan plat huruf terbuat dari besi yang dapat diganti-ganti dalam bingkai yang terbuat dari kayu dikembangkan untuk yang pertama kalinya oleh Johann Guntenberg. Lama-kelamaan perkembangan teknologi semakin berkembang seiring dengan kemajuan zaman, sehingga Sistem bisnis dalam bidang IT pertama kali terjadi ketika CERN dalam menanggulangi biaya operasionalnya memungut bayaran dari para anggotanya. Pada tahun 1992 pembentukan komunitas internet, kemudian diperkenalkan istilah World Wide Web (WWW) oleh CERN.Pada tahun 1993, NSF membentuk interNIC untuk menyediakan jasa pelayanan internet menyangkut direktori dan penyimpanan data serta database (oleh AT&T), jasa registrasi (oleh Network Solution Inc),dan jasa informasi (oleh General Atomics/CERFnet).Pada tahun 1994 pertumbuhan internet melaju dengan sangat cepat dan mulai merambah ke dalam segala segi kehidupan manusia dan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari manusia.Tahun 1995, perusahaan umum mulai diperkenankan menjadi provider dengan membeli jaringan di Backbone.Langkah ini memulai pengembangan teknologi informasi khususnya internet dan penelitian-penelitian untuk mengembangkan sistem dan alat yang lebih canggih.
D.
HUBUNGAN
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN dan TEKNOLOGI INFORMASI
Sistem informasi manajemen dengan teknologi informasi sangat
berhubungan, karena keduanya bergerak dibidang informasi (pengolahan) dan
teknologi informasi merupakan bagian dari sistem informasi. Karena sistem
informasi dapat tersusun oleh beberapa teknologi informasi. sehingga apabila
teknologi informasi mengalami kerusakan maka mempengaruhi Sistem informasi atau
sistem informasi juga akan mengalami gangguan.
B A B IV
P E N U T U P
Kesimpulan
SIM menyediakan informasi bagi para pengelola perusahan untuk pengambilan keputusan yang bersifat taktis. Pada tingkat tertinggi, SIM menyediakan informasi bagi pimpinan perusahaan, menyangkut informasi strategis yang diperlukan untuk menentukan langkah perusahaan.
Secara teoritis, SIM akan sangat membantu para pengelola perusahaan dari berbag`ai tingkatan dalam melaksanakan tugasnya.
Dalam teori SIM, tersirat pengertian bahwa informasi akan selalu tersedia pada setiap tingkatan pengelola, sesuai dengan kebutuhannya.
Proses pengolahan dan penyebaran infofmasi pada SIM sifatnya menyeluruh, atau kadang kala disebut sebagai pendekatan system secara total (Total Systems Approach).
1. Dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Manajemen dengan komputer saat ini sangat berhubungan. Karena komputer berguna sebagai alat bantu pada Sistem Informasi. Selain itu komputer juga sebagai salah satu komponen yang dibutuhkan untuk membentuk Sistem Informasi Manajemen.
Usaha awal untuk menerapkan komputer dalam area bisnis terfokus pada data. Kemudian penekanan pada informasi dan pendukung keputusan. Sekarang, komunikasi dan konsultasi mendapat perhatian yang paling besar.
2. Ruang Lingkup Sistem Informasi
Ruang
lingkup sistem informasi yaitu ruang lingkup yang ditentukan dari awal
pembuatan yang merupakan garis batas lingkup kerja sistem tersebut, sehingga
sistem informasi tersebut tidak bersinggungan dengan sistem informasi lainnya.
Ruang
lingkup SIM sebenarnya tertuang pada tiga kata pembentuknya, yaitu “sistem”,
“informasi”, dan “manajemen”. Sistem merupakan kumpulan elemen yang saling
berhubungan satu sama lain yang membentuk satu kesatuan dalam usaha mencapai
suatu tujuan. Di dalam perusahaan, yang dimaksud elemen dari sistem adalah
departemen-departemen internal, seperti persediaan barang mentah, produksi,
persediaan barang jadi, promosi, penjualan, keuangan, personalia; serta pihak
eksternal seperti supplier dan konsumen yang saling terkait satu sama lain dan
membentuk satu kesatuan usaha.
Informasi
adalah hasil pemrosesan data yang diperoleh dari setiap elemen sistem tersebut
menjadi bentuk yang mudah dipahami dan merupakan pengetahuan yang relevan yang
dibutuhkan oleh orang untu menambah pemahamannya terhadap fakta-fakta yang ada.
Informasi bagi setiap elemen akan berbeda satu sama lain sesuai dengan
kebutuhannya masing-masing Dari ruang lingkup di atas, beberapa ahli telah
memberikan rumusan tentang sistem informasi manajemen, antara lain :
1.
SIM
adalah pengembagan dan penggunaan sistem-sistem informasi yang efektif dalam
organisasi-organisasi (Kroenke, David, 1989).
2.
SIM
didefinisikan sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi
bagi beberapa pemakai yang mempunyai kebutuhan yang serupa. Informasi
menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang telah
terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi sekarang dan apa yang mungkin
terjadi di masa depan. Informasi tersebut tersedia dalam bentuk laporan
periodik, laporan khusus dan output dari simulasi matematika. Informasi digunakan
oleh pengelola maupun staf lainnya pada saat mereka membuat keputusan untuk
memecahkan masalah (Mc. Leod, 1995).
3.
SIM
merupakan metode formal yang menyediakan informasi yag akurat dan tepat waktu
kepada manajemen untuk mempermudah proses pengambilan keputusan dan membuat
organisasi dapat melakukan fungsi perencanaan , operasi secara efektif dan
pengendalian (Stoner, 1996)
Dari
definisi-definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan, bahwa SIM adalah suatu
sistem yang dirancang untuk menyediakan informasi guna mendukung pengambilan
keputusan pada kegiatan manajemen dalam suatu organisasi.
3. Tipe Sistem
Ada
berbagai tipe sistem berdasarkan kategori:
• Atas dasar keterbukaan:
1.
Sistem
terbuka, dimana pihak luar dapat mempengaruhinya. Lebih spesifik dikenal juga
yang disebut dengan sistem terotomasi ;yang merupakan bagian dari sistem buatan
manusia dan berinteraksi dengan kontrol olehsatu atau lebih komputer sebagai
bagian dari sistem yang digunakan dalam masyarakatn modern.
2.
sistem tertutup, sistem yang tidak berhubungan
dan tidak terpengaruh dengan sistem luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis
tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem
tersebut ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup,
yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak
benar-benar tertutup).
• Atas dasar komponen:
1.
Sistem
fisik, dengan komponen materi dan energi. merupakan sistem yang ada secara
fisik, sehingga setiap makhluk dapat melihatnya (Sistem Komputer, Sistem
Akuntansi, Sistem Produksi dll.)
2.
Sistem
non-fisik atau konsep, sistem yang berupa pemikiran atau ide- ide yang tidak
tampak secara fisik (Sistem Teologia yang merupakan suatu sistem yang
menggambarkan hubungan Tuhan dengan Manusia)
4. Sub Sistem
Ada
beberapa elemen yang membentuk sebuah sistem, yaitu: tujuan, masukan, proses,
keluaran, batas, mekanisme pengendalian dan umpan balik serta lingkungan.
Berikut elemen-elemen yang membentuk sebuah sistem.
a.
Tujuan
Setiap sistem
memiliki tujuan (goal), entah hanya satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah
yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Yanpa tujuan, sistem menjadi
tidak terarah dan tidak terkendali. Tentu saja tujuan antara satu sistem dengan
sistem yang lain berbeda.
b.
Masukan
Masukan (input)
sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selajutnya menjadi
bahan yang diperoses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara
fisik) maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan
mentah, sedangkan contoh yang tidak berwujud adalah informasi (misalnya:
permintaan jasa pelanggan).
c.
Proses
Proses merupakan
bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran
yang berguna dan lebih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi
juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau
limbah pada pabrik kimia, proses dapat berupa bahan mentah. Pada rumah sakit,
proses dapat berupa aktivitas pembedahan pasien.
d.
Keluaran
Keluaran (output)
merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa
suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya.
e.
Batas
Yang disebut
batasan (boundary) sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar
sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup atau
kemampuan sistem . sebagai contoh, tim sepakbola mempunyai aturan permainan dan
keterbatasan kemampuan pemain. Pertumbuhan sebuah took kelontong dipengaruhi
oleh pembelian pelanggan, gerakan pesaing dan keterbatasan dana dari bank.
Tentu saja batas sebuah sistem dapat dikurangi atau dimodifikasi sehingga akan
mengubah perilaku sistem. Sebagai contoh: dengan menjual saham ke publik,
sebuah perusahaan dapat mengurangi keterbatasan dana.
f.
Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik
Mekanisme
pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik
(feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk
mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar
sistem berjalan sesuai dengan tujuan.
g.
Lingkungan
Lingkungan adalah
segala sesuatu yang berada diluar sistem. Lingkungan bias berpengaruh terhadap
operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau merugikan sistem itu sendiri.
Lingkungan yang merugikan tentu saja harus ditahan dan dikendalikan supaya
tidak mengganggu kelangsungan operasi sistem, sedangkan yang menguntungkan
tetap harus terus dijaga, karena akan memacu terhadap kelangsungan hidup
sistem.
5. Sistem dan Organisasi
Organisasi
adalah struktur sosial resmi stabil yang memiliki sumber-sumber berasal dari
lingkungan dan memproses sumber-sumber itu agar menghasilkan output.
Definisi
behavioral organisasi adalah kumpulan hak, hak khusus, kewajiban, dan tanggung
jawab yang harus dengan cermat diseimbangkan selama periode waktu tertentu
melalui konflik dan resolusi konflik.
Ada
beberapa peranan penting sistem informasi dalam organisasi, antara lain:
•
meningkatkan kinerja organisasi melalui:
o peningkatan produktivitas
o pengurangan biaya
o peningkatan pengambilan keputusan
o peningkatan layanan ke pelanggan
o pengembangan aplikasi-aplikasi
strategis
•
mengaitkan perencanaan, pengerjaan, dan pengendalian dalam organisasi
•
mengkoordinasikan subsistem-subsistem dalam organisasi
•
meng-integrasikan subsistem-subsistem
System
Informasi dapat Mempengaruhi Organisasi Teori ekonomi.
• IT mengganti biaya modal dan biaya
informasi
• Teknologi system informasi
merupakan factor produksi seperti halnya modal dan tenaga kerja
• Teori biaya transaksi menyatakan
bahwa perusahaan berusaha mengurangi biaya transaksi.
• IT membantu perusahaan menekan
biaya transaksi. Jika biaya transaksi menurun, jumlah karyawan juga mengecil
karena semakin murah dan mudah bagi perusahaan untuk membuat kontrak pembelian
barang-barang dan jasa di pasar disbanding membuat sendiri produk dan jasanya.
• Teori agensi mengatakan perusahaan
memiliki ikatan kontrak di antara bagian-bagian yang harus diawasi dan
dikelola.
• IT bias mengurangi biaya agensi,
memungkinkan perusahaan untuk tumbuh tanpa menambah biaya pengawasan, dan tanpa
menambah tenaga kerja.
Teori
Behavioral
• IT membuat organisasi lebih
ramping.
• IT mampu mengubah hierarki
pengambilan keputusan dengan menekan biaya informasi
• memperluas distribusi informasi
• mempercepat proses pengambilan
keputusan
• memfasilitasi pekerja
tingkat-bawah untuk membuat keputusan tanpa pengawasan dan meningkatkan
efisiensi manajemen
• Rentang pengendalian perusahaan
juga akan meningkat
Pada
organisasi postindustri, otoritas meningkat bergantung pada pengetahuan dan
kompetensi. Jadi, bentuk menjadi ramping karena para pekerja professional
cenderung berciri self-managing; dan pengambilan keputusan menjadi lebih
terdessentralisasi sementara pengetahuan dan informasi semakin tersebar secara
luas.
Teknologi
informasi mendorong jaringan task force organisasi dimana kelompok-kelompok
professional bertemu baik langsung maupun melalui media elektronik untuk
menyelesaikan pekerjaan tertentu. Hal ini mengarah pada organisasi virtual,
yaitu organisasi yang memanfaatkan jaringan untuk menghubungkan orang, asset,
dan gagasan dalam menciptakan dan mendistribusikan produk dan layanan tanpa
terbatasi oleh batasan-batsan tradisional organisasi atau lokasi fisik.
System
informasi terkait dengan politik organisasi karena mempengaruhi akses ke sumber
utama, yaitu informasi. System informasi berpotensi mengubah struktur, budaya,
politik, dan kerja organisasi. Alasan paling umum dari kegagalan proyek-proyek
besar mengarah kepada hambatan perubahan politikal dan organisasional.
SEMOGA BERMANFAAT….^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar