BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang penelitian
Katak lembu atau bull frog (Rana Catesbiana)
merupakan salah satu komoditi andalan perikanan untuk tujuan ekspor. Katak ini
sudah terbukti mempunyai beberapa
kelebihan diantaranya lebih jinak, cepat menyesuaikan lingkungan buatan dan
ukurannya lebih besar daripada katak lokal. Budidayanya telah berkembang dengan
baik di Jawa Timur.
Pasar kodok lembu memang terbentang. Sebagai
gambara, seorang pengepul di Surabaya, Jawa Timur, menyebutkan kebutuhan kota
Buaya itu mencapai 150–200 kg/hari dengan ukuran yang diminta 6–8 ekor/kg.
Jumlah itu sejauh ini masih sulit terpenuhi karena terbatasnya peternak kodok
lembu.
Ibukota Jakarta? Sampai saat ini kebutuhannya
diperkirakan mencapai 1,5 ton per minggu. Serapan besar itu dipicu oleh
kehadiran pusat-pusat jajanan dengan menu chinese food hampir di seluruh wilayah Jakarta.
Bagaimana pasar ekspor? Singapura termasuk yang membutuhkan. Pasar lain
adalah Hong Kong yang sejauh ini sulit ditembus karena sudah dipasok
oleh peternak China. Dengan kondisi seperti itu, pasar lokal tetap paling
berpeluang dan saat ini malah menggiurkan. Apalagi beberapa tempat di tanahair,
merupakan daerah wisata bagi warga Singapura seperti Batam di Kepulauan Riau.
Namun dalam
perkembangan selanjutnya timbul permasalahan yaitu belum adanya keseimbangan
antara produksi benih (kecebong dan percil) dengan usaha pembesaran. Akibatnya
harga benih naik diatas harga normal sehingga kurang menguntungkan bagi
perkembangan usaha pembesaran karena adanya kenaikan biaya produksi. Untuk itu
perlu upaya meningkatkan produksi benih melalui pengembangan dan intensifikasi
pembenihan, agar benih tersedia dalam jumlah yang cukup, tepat waktu dan tepat
mutu.
Penelitian
sebelumnya yang berkaitan dengan kodok lembu adalah Frida Damayanti Mukadar, 2007.
Pemanfaatan Larutan Yodium Dengan Lama
Perendaman Yang Berbeda Terhadap Laju Metamorfosis Dan Pertumbuhan Kecebong
Katak Lembu (Rana Catesbeiana Shaw). Purwanto, W.J. 1998. Pengaruh Pemberian Pakan Buatan dengan Jumlah
Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Katak Benggala (Rana catesbeiana Shaw).
Skripsi. Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya. Malang. Tidak diterbitkan. Budiasih, M.T. 2005. Pengaruh Perlakuan
Kombinasi Perendaman Larutan Yodium dan Monosodium Glutamat (MSG) Melalui Pakan
dengan Dosis Berbeda Terhadap Laju Metamorfosis dan Laju Pertumbuhan Sesaat
(SGR) Kecebong Katak Lembu (Rana catesbeiana Shaw). Skripsi. Fakultas Perikanan
Universitas Brawijaya. Malang. Tidak diterbitkan. Cahyono, E. 2004. Pengaruh Penambahan Monosodium Glutamat dalam
Pakan Terhadap Laju Metamorfosis dan Pertumbuhan Kecebong Katak Lembu (Rana
catesbeiana Shaw). Skripsi. Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya. Malang.
Tidak diterbitkan. Krismiyarto, T. 2000. Pengaruh Pemberian Hormon Thyroxine dengan
Lama Perendaman Yang Berbeda Terhadap Tingkat Keberhasilan Metamorfosis
Kecebong Katak Lembu (Rana catesbeiana Shaw). Skripsi. Fakultas Perikanan
Universitas Brawijaya. Malang. Tidak diterbitkan. Irawan, T.B. 2004. Pengaruh Aplikasi Larutan Yodium dengan
Konsentrasi Yang Berbeda dalam Sistem Perendaman Terhadap Laju Metamorfosis dan
Pertumbuhan Katak Lembu (Rana catesbeiana Shaw). Skripsi. Fakultas Perikanan
Universitas Brawijaya. Malang. Tidak diterbitkan. Namun dari semua penelitian
yang telah dilakukan oleh Peneliti terdahulu, masih ada banyak kekurangn yang
mampu membantu para peternak Kodok Lembu, diantaranya cara akses informasinya
dan juga batasan pembahsannya.
Dewasa ini kecanggihan teknologi telah
berkembang dengan pesat, Seiring dengan kemajuan teknologi, kita dituntut untuk
mengikuti perkembangan teknologi yang ada saat ini. Belakangan ini dalam dunia
teknologi telepon seluler, kita dihebohkan oleh bermunculannya SmartPhone /
telepon seluler pintar. SmartPhone adalah telepon seluler yang memiliki
kemampuan komputasi yang lebih baik dari telepon seluler yang belakangan ada,
serta memiliki fitur-fitur yang lebih canggih, seperti Internet, MP3 Player,
jejaring sosial, permainan, dan fasilitas surat elektronik.
Salah satu sistem operasi yang saat ini sedang
diminati oleh para pengembang adalah Android. Android merupakan sistem operasi
berbasis Linux. Salah satu alasan Android sangat diminati oleh para pengembang,
karena Android merupakan sistem operasi yang menyediakan platform yang terbuka
bagi para pengembang untuk membuat aplikasinya sendiri atau biasa kita sebut
OpenSource.
Salah satu tema yang dapat diangkat untuk
dijadikan sebuah aplikasi Android, yaitu Sistem Pakar Pembenihan Kodok Lembu.
A. 1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan dari latar belakang
di atas, maka penulis mencoba mengembangkan teknologi aplikasi ponsel yang
berbasis Android dengan membuat suatu aplikasi system Pakar.
Dengan adanya aplikasi ini, para
peternak Kodok Lembu akan lebih mudah dan cepat dalam melakukan pembenihan
sehingga mampu memenuhi permintaan pelanggannya. Dan jika peternak ingin mengetahui apa saja yang harus
dilakukan pada saat pembenihan , maka dengan aplikasi ponsel ini hal tersebut
akan sangat mudah dilakukan karena semua hal tersebut bisa dilakukan hanya
dalam satu genggaman. Sehingga dengan aplikasi mobile berbasis Android
ini diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah yang timbul pada pembenihan
Kodok Lembu, khususnya pada para peternak kodok lembu di daerah lokal.
A.
2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang
penelitian yang diuraikan di atas, rumusan masalah yang akan dipecahkan adalah
bagaiamana merancang dan membuat aplikasi ponsel berbasis Android untuk System
Pakar Pembenihan Kodok Lembu, khusunya bagi para peternak binatang ini, yang
simpel, mudah digunakan, efektif, dan efisien.
Aplikasi ini selanjutnya bisa
digunakan secara maksimal oleh para peternak Kodok Lembu, khususnya untuk cara
Pembenihan Kodok Lembu yang baik
sehingga mampu meningkatkan kualitas mutu.
A. 3. Batasan Masalah
Beberapa
batasan yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1.
Yang dimaksud dengan System Pakar Pembenihan Kodok Lembu berbasis sistem
operasi android ialah suatu aplikasi kumpulan masalah-masalah yang sering
terjadi saat proses pembenihan kodok lembu yang di-install pada telepon selular yang
mendukung aplikasi Android dimana aplikasi tersebut memungkinkan pengguna
telepon selular untuk mencari masalah yang terjadi pada project yang sedang dilakukannya
2.
Penggunaan aplikasi ini hanya diperuntukan bagi para pengguna mobile phone
Android.
3. Sistem Pakar Pembenihan ini hanya membahas masalah yang terjadi pada saat Pembenihan
Kodok Lembu.
4.
Pada aplikasi ini juga disediakan forum Tanya jawab antara user dengan pakar
pembenihan.
A. 4. Maksud Penelitian
Maksud
dilaksanakannya penelitian ini yakni agar penulis dapat mengembangkan ilmu yang didapat dari
perkuliahan dengan mengimplementasikannya pada lembaga tersebut, selain itu
penulis dapat mempelajari serta menganalisis pengetahuan yang ada dalam lembaga
tersebut untuk pengembangan pengetahuan dalam perkuliahan dan menjadi bekal
pengetahuan penulis akan dunia kerja sesuai dengan jurusan yang diambil.
A.
4. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penulisan
ini adalah :
1.
Merancang phone Aplikasi Sistem Pakar Pembenihan Kodok
Lembu untuk memberikan informasi solusi dari masalah yang terjadi .
2.
Mengidentifikasi masalah yang terjadi
saat proses pembenihan.
3.
Memberikan user interface yang
lebih mudah dimengerti.
4. Memberikan
kemudahan kepada semua orang dalam meng-update data.
A.
5.
Metode Penelitian
Pada
penulisan ini penulis menggunakan beberapa metode untuk memudahkan penulis
dalam pembuatan aplikasi. Metode penulisan terdiri dari beberapa langkah.
Langkah pertama, melakukan studi pustaka, di
mana penulis mengambil bahan dari beberapa buku yang berkaitan dengan
kebudayaan Indonesia. Selain itu juga penulis mencari informasi melalui
internet.
Langkah kedua, melakukan pembuatan struktur
aplikasi. Pada langkah ini penulis merancang konsep dari aplikasi yang akan
dibuat dengan menggunakan Struktur Aplikasi.
Langkah
ketiga, penulis mengimplementasikannya dalam sebuah bahasa pemrograman yang
telah dipilih, yaitu Android yang ditulis dalam bahasa pemrograman Java dan XML. Java digunakan
untuk membuat fungsi – fungsi yang memungkinkan, sedangkan XML digunakan
untuk membuat tampilan (interface) aplikasi yang dibuat. Penulis membuat
aplikasi tersebut menjadi sebuah file yang dapat diinstall di Android, dengan
format file.APK.
Langkah keempat, melakukan pengujian dan
analisa aplikasi. Pada langkah ini penulis melakukan pengujian aplikasi baik
pada emulator maupun pada handphone. Selain itu pengujian
dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada 30 orang responden
menggunakan emulator ataupun handphone yang dimiliki oleh
responden yang telah dilakukan instalasi aplikasi ini terlebih dahulu.
A.
6.
Waktu Pelaksanaan Penelitian
|
No
|
Kegiatan
|
Waktu
|
|||||||||||
|
Maret
2014
|
April
2014
|
Mei
2014
|
|||||||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
||
|
1
|
Observasi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Wawancara
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
Mengidentifikasi
kebutuhan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
Membuat
Prototype program
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
Mengadakan
system operasional
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6
|
Menguji
sistem
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7
|
Menggunakan
sistem
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
A. 7. Sistematika Penulisan
Pembahasan dalam penyusunan skripsi ini
dikelompokkan dalam beberapa bab yang bertujuan agar sistematika pembahasan
lebih teratur dan lebih jelas. Setiap bab penulis memberikan uraian tentang permasalahan
yang penulis angka dalam skripsi ini. Untuk itu penulis akan memberikan
penjelasan secara umum dari isi masing-masing bab, yaitu sebagai berikut :
BAB
I PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan
latar belakang masalah, maksud dan tujuan, menjelaskan metode penelitian, ruang
lingkup dan sistematika penulisan.
BAB
II LANDASAN TEORI
Bab ini berisikan
penjelasan singkat mengenai konsep dasar dari pengertian tujuan dan unsur-unsur
pembuatan program seperti langkah-langkah pembuatan program.
BAB
III ANALISA SISTEM BERJALAN
Bab ini menjelaskan secara umum tentang prosedur berjalan,dekomposisi
fungsi ,activity diagram ,use case diagram, permasalahan dan alternative
pemecahan masalah.
BAB
IV ANALISA SISTEM USULAN DAN HASIL UJICOBA PROGRAM
Bab ini menjelaskan tentang ERD , Normalisasi , Class
Diagram , Cara menjalankan program , Sequence diagram, Software dan hardware
yang dibutuhkan serta analisa biaya.
BAB
V PENUTUP
Dalam bab ini penulis
menerangkan kesimpulan kesimpulan dan saran-saran yang didapat penulis selama
proses pembuatan dan penelitian Skripsi ini yang mungkin berguna untuk masa
yang akan datang.
Daftar
Pustaka
Daftar pustaka berisi
daftar literature mengenai sumber yang digunakan dalam penyusunan skripsi
sebagai acuan dalam landasan teori dan dan pembahasan.
Lampiran
Merupakan tambahan
informasi mengenai listing program, flowchart program dan struktur Lembaga yang
disusun untuk menyusun skripsi, sebagai bahan penunjang pada BAB Pembahasan.
BAB
II
LANDASAN
TEORI
1.
Tinjauan
Pustaka
2.
1.
Pengertian Pembenihan
Pembenihan adalah suatu tahap kegiatan dalam
budidaya yang sangat menentukan tahap kegiatan selanjutnya, yaitu pembesaran
atau suatu kegiatan pemeliharaan yang bertujuan untuk menghasilkan benih dan
selanjutnya benih yang dihasilkan menjadi komponen input bagi kegiatan pembesaran (Effendi,
2004).
A. Kegiatan dan Teknologi Pembenihan
Menurut
Effendi (2004), Kegiatan pembenihan meliputi pemeliharaan induk, pemijahan
induk, penetasan telur, pemeliharaan larva dan benih, serta kultur pakan alami.
B. Pemeliharaan induk
Pemeliharaan
induk bertujuan untuk menumbuhkan dan mematangkan gonad (sel telur dan
sperma). Penumbuhan
dan pematangan ikan dapat dipacu melalui pendekatan lingkungan, pakan serta
hormonal. Pada pendekatan lingkungan media hidup dibuat seoptimal mungkin
sehingga nafsu makan biota budidaya tinggi didalam wadah pemeliharaan. Pakan
yang diberikan pada induk memiliki kualitas yang baik terutama kandungan asam
amino (protein, asam lemak, karbohidrat, mineral dan jumlah dan rasio yang
sesuai).
C. Pemijahan induk
Pemijahan
induk adalah proses pembuahan telur oleh sperma. Induk yang telah matang gonad
berarti telah siap melakukan pemijahan. Proses pemijahan dapat berlangsung
secara alami dan bantuan, sehingga masing-masing disebut pemijahan alami dan
pemijahan buatan. Dalam pemijahan alami, telur dibuahi oleh sperma didalam air
setelah dikeluarkan oleh induk betina, proses ini biasanya didahului oleh
aktifitas percumbuan oleh kedua induk tersebut. Pada pemijahan buatan,
pembuahan telur oleh sperma dilakukan oleh bantuan manusia. Telur dipaksa
keluar dari tubuh induk betina. Pemijahan dapat berlangsung setelah melalui
proses perangsangan.Perangsangan pemijahan dapat dilakukan dengan mengatur
lingkungan dan pemberian hormon.
D. Penetasan telur
Penetasan
telur bertujuan untuk mendapatkan larva, untuk itu telur hasil pemijahan
diambil dari bak pemijahan kemudian diinkubasikan dalam media penetasan dalam
wadah khusus sehingga disebut wadah penetasan. Wadah ini berbentuk bak,
tangki, akuarium, kolam atau ember besar.
E. Pemeliharaan larva dan benih
Pemeliharaan
larva merupakan kegiatan yang paling menentukan keberhasilan suatu pembenihan,
hal ini disebabkan sifat larva yang merupakan stadia paling kritis dalam siklus
hidup biota budidaya, sehingga pemeliharaan larva merupakan kegiatan yang
paling sulit. Pemeliharaan larva dan benih meliputi persiapan wadah, penebaran
larva, pemberian pakan dan pengelolaan air.
F. Kultur pakan alami
Pakan alami (live food)
merupakan salah satu jenis pakan yang digunakan dalam bidang akuakultur. Selain pakan alami dalam
akuakultur dikenal pakan buatan dan pakan tambahan.
2. 3. Pengertian dan Fungsi
Android
Pengertian Android
adalah sistem operasi berbasis Linux yang dipergunakan sebagai pengelola sumber
daya perangkat keras, baik untuk ponsel, smartphone dan juga PC tablet.
Secara umum Android adalah platform yang terbuka (Open Source) bagi para
pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh
berbagai piranti bergerak. Telepon pertama yang memakai sistem operasi Android
adalah HTC Dream, yang dirilis pada 22 Oktober 2008. Pada penghujung tahun 2009
diperkirakan di dunia ini paling sedikit terdapat 18 jenis telepon seluler yang
menggunakan Android.
Semenjak kehadirannya
pada 9 Maret 2009, Android telah hadir dengan versi 1.1, yaitu sistem operasi
yang sudah dilengkapi dengan pembaruan estetis pada apalikasinya, seperti jam
alrm, voice search, pengiriman pesan dengan Gmail, dan pemberitahuan email.
Hingga tahun 2012, Android telah berkembang dengan pesat. Dalam kurun 3 tahun
Android telah diproduksi dalam versi, dan versi terakhir yang diproduksi
disebut sebagai Android versi 4.1 atau Android Jelly Bean.
Perkembangan Android
dari tahun 2009 – 2012
Android versi 1.1
Android versi 1.5 (Cupcake)
Android versi 1.6 (Donut)
Android versi 2.0/2.1 (Eclair)
Android versi 2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt)
Android versi 2.3 (Gingerbread)
Android versi 3.0/3.1 (Honeycomb)
Android versi 4.0 (ICS :Ice Cream Sandwich)
Android versi 4.1 (Jelly Bean)
2.
4. Eclipse
Eclipse
adalah sebuah IDE (Integrated Development Environment) untuk
mengembangkan perangkat lunak dan dapat dijalankan di semua platform (platform-independent).
Berikut ini adalah sifat dari Eclipse:
a.
Multi-platform: Target system operasi Eclipse adalah Microsoft Windows, Linux, Solaris, AIX, HP-UX dan Mac
OS X.
b.
Multi-language: Eclipse dikembangkan dengan bahasa pemrograman Java,
akan tetapi Eclipse mendukung pengembangan aplikasi berbasis bahasa pemrograman
lainnya, seperti C/C++, Cobol, Python, Perl, PHP, dan lain sebagainya.
c.
Multi-role: Selain sebagai IDE untuk pengembangan aplikasi, Eclipse pun
bisa digunakan untuk aktivitas dalam siklus pengembangan perangkat lunak,
seperti dokumentasi, test perangkat lunak, pengembangan web, dan lain
sebagainya.
2. 4. Analisis Data
Analisa data dapat diartikan sebagai membandingkan dua hal atau
nilai variabel untuk mengetahui selisihnya atau rasionya, kemudian diambil
kesimpulannya atau menguraikan suatu keseluruhan menjadi bagian-bagian atau
komponen-komponen yang lebih kecil, agar dapat membandingkan salah satu atau
beberapa kkomponen dengan keseluruhan.
2. 5. UML
Unified
Modeling Language (UML) adalah merupakan
sistem arsitektur yang bekerja dalam OOAD (Object-Oriented Analysis Design)
dengan satu bahasa yang konsisten untuk menentukan, visualisasi, mengkontruksi
dan mendokumentasi artifact (sepotong informasi yang digunakan atau
dihasilkan dalam suatu proses rekayasa software, dapat berupa model, deskrispi,
atau software) yang terdapat dalam sistem software. UML merupakan bahasa
pemodelan yang paling sukses dari tiga metode Orientasi Obyek yang telah ada
sebelumnya yaitu :
1. Grady Booch OOD (Object-Oriented Design)
2. Jim Rumbaugh OMT (Object Modeling Tecnique)
3. Ivar Jacobson OOSE
(Object-Oriented Software Engineering)
2. 6. Konsep Dasar Basis Data
Basis data (database) adalah kumpulan dari berbagai data
yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Basis data tersimpan di
perangkat keras, serta dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak.
Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi dari tipe data, struktur dan batasan
dari data atau informasi yang akan disimpan. Database merupakan salah satu
komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam
menyediakan informasi pada para pengguna atau user . Penyusunan basis data
meliputi proses memasukkan data kedalam media penyimpanan data dan diatur
dengan menggunakan perangkat Sistem Manajemen Basis Data (Database
Management System DBMS). Manipulasi basis data meliputi pembuatan
pernyataan (query) untuk mendapatkan informasi tertentu, melakukan
pembaharuan atau penggantian (update) data, serta pembuatan report data.
Daftar Pustaka
Gramlich, N. 2010.
“Andbook!”. http://andbook.anddev.org/files/andbook.pdf.
Diakses tanggal 11 November 2011.
Hermawan S,
Stephanus. 2011. Mudah Membuat Aplikasi Android. Penerbit Andi.
Mesran.
2009. Pengenalan Komputer & Bahasa Pemrograman. http://www.stmik-budidarma.ac.id/Download/D3%20-%20Algoritma%20&%20Pemrograman.pdf,
diakses tanggal 12 November 2011.
Raharja,
Pribadi.. 2010. Daftar-Daftar Simbol UML. http://www.pribadiraharja.com/.../DAFTAR_SIMBOL.doc
, diakses tanggal 11 November 2011.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar