Minggu, 06 April 2014

Proposal Usulan Penelitian untuk Kodok Lembu (Rana Catesbiana)

BAB I

PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang penelitian
Katak lembu atau bull frog (Rana Catesbiana) merupakan salah satu komoditi andalan perikanan untuk tujuan ekspor. Katak ini sudah terbukti mempunyai  beberapa kelebihan diantaranya lebih jinak, cepat menyesuaikan lingkungan buatan dan ukurannya lebih besar daripada katak lokal. Budidayanya telah berkembang dengan baik di Jawa Timur.
Pasar kodok lembu memang terbentang. Sebagai gambara, seorang pengepul di Surabaya, Jawa Timur, menyebutkan kebutuhan kota Buaya itu mencapai 150–200 kg/hari dengan ukuran yang diminta 6–8 ekor/kg. Jumlah itu sejauh ini masih sulit terpenuhi karena terbatasnya peternak kodok lembu.
Ibukota Jakarta? Sampai saat ini kebutuhannya diperkirakan mencapai 1,5 ton per minggu. Serapan besar itu dipicu oleh kehadiran pusat-pusat jajanan dengan menu chinese food hampir di seluruh wilayah Jakarta. Bagaimana pasar ekspor? Singapura termasuk yang membutuhkan. Pasar lain adalah Hong Kong yang sejauh ini sulit ditembus karena sudah  dipasok oleh peternak China. Dengan kondisi seperti itu, pasar lokal tetap paling berpeluang dan saat ini malah menggiurkan. Apalagi beberapa tempat di tanahair, merupakan daerah wisata bagi warga Singapura seperti Batam di Kepulauan Riau.
 Namun dalam perkembangan selanjutnya timbul permasalahan yaitu belum adanya keseimbangan antara produksi benih (kecebong dan percil) dengan usaha pembesaran. Akibatnya harga benih naik diatas harga normal sehingga kurang menguntungkan bagi perkembangan usaha pembesaran karena adanya kenaikan biaya produksi. Untuk itu perlu upaya meningkatkan produksi benih melalui pengembangan dan intensifikasi pembenihan, agar benih tersedia dalam jumlah yang cukup, tepat waktu dan tepat mutu.
Penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan kodok lembu adalah Frida Damayanti Mukadar, 2007.  Pemanfaatan Larutan Yodium Dengan Lama Perendaman Yang Berbeda Terhadap Laju Metamorfosis Dan Pertumbuhan Kecebong Katak Lembu (Rana Catesbeiana Shaw). Purwanto, W.J. 1998. Pengaruh Pemberian Pakan Buatan dengan Jumlah Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Katak Benggala (Rana catesbeiana Shaw). Skripsi. Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya. Malang. Tidak diterbitkan. Budiasih, M.T. 2005. Pengaruh Perlakuan Kombinasi Perendaman Larutan Yodium dan Monosodium Glutamat (MSG) Melalui Pakan dengan Dosis Berbeda Terhadap Laju Metamorfosis dan Laju Pertumbuhan Sesaat (SGR) Kecebong Katak Lembu (Rana catesbeiana Shaw). Skripsi. Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya. Malang. Tidak diterbitkan. Cahyono, E. 2004. Pengaruh Penambahan Monosodium Glutamat dalam Pakan Terhadap Laju Metamorfosis dan Pertumbuhan Kecebong Katak Lembu (Rana catesbeiana Shaw). Skripsi. Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya. Malang. Tidak diterbitkan.  Krismiyarto, T. 2000. Pengaruh Pemberian Hormon Thyroxine dengan Lama Perendaman Yang Berbeda Terhadap Tingkat Keberhasilan Metamorfosis Kecebong Katak Lembu (Rana catesbeiana Shaw). Skripsi. Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya. Malang. Tidak diterbitkan. Irawan, T.B. 2004. Pengaruh Aplikasi Larutan Yodium dengan Konsentrasi Yang Berbeda dalam Sistem Perendaman Terhadap Laju Metamorfosis dan Pertumbuhan Katak Lembu (Rana catesbeiana Shaw). Skripsi. Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya. Malang. Tidak diterbitkan. Namun dari semua penelitian yang telah dilakukan oleh Peneliti terdahulu, masih ada banyak kekurangn yang mampu membantu para peternak Kodok Lembu, diantaranya cara akses informasinya dan juga batasan pembahsannya.
Dewasa ini kecanggihan teknologi telah berkembang dengan pesat, Seiring dengan kemajuan teknologi, kita dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi yang ada saat ini. Belakangan ini dalam dunia teknologi telepon seluler, kita dihebohkan oleh bermunculannya SmartPhone / telepon seluler pintar. SmartPhone adalah telepon seluler yang memiliki kemampuan komputasi yang lebih baik dari telepon seluler yang belakangan ada, serta memiliki fitur-fitur yang lebih canggih, seperti Internet, MP3 Player, jejaring sosial, permainan, dan fasilitas surat elektronik.
Salah satu sistem operasi yang saat ini sedang diminati oleh para pengembang adalah Android. Android merupakan sistem operasi berbasis Linux. Salah satu alasan Android sangat diminati oleh para pengembang, karena Android merupakan sistem operasi yang menyediakan platform yang terbuka bagi para pengembang untuk membuat aplikasinya sendiri atau biasa kita sebut OpenSource.
Salah satu tema yang dapat diangkat untuk dijadikan sebuah aplikasi Android, yaitu Sistem Pakar Pembenihan Kodok Lembu.
A.    1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan dari latar belakang di atas, maka penulis mencoba mengembangkan teknologi aplikasi ponsel yang berbasis Android dengan membuat suatu aplikasi system Pakar.
Dengan adanya aplikasi ini, para peternak Kodok Lembu akan lebih mudah dan cepat dalam melakukan pembenihan sehingga mampu memenuhi permintaan pelanggannya. Dan jika peternak  ingin mengetahui apa saja yang harus dilakukan pada saat pembenihan , maka dengan aplikasi ponsel ini hal tersebut akan sangat mudah dilakukan karena semua hal tersebut bisa dilakukan hanya dalam satu genggaman. Sehingga dengan aplikasi mobile berbasis Android ini diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah yang timbul pada pembenihan Kodok Lembu, khususnya pada para peternak kodok lembu di daerah lokal.


A.    2. Rumusan Masalah 
Berdasarkan latar belakang penelitian yang diuraikan di atas, rumusan masalah yang akan dipecahkan adalah bagaiamana merancang dan membuat aplikasi ponsel berbasis Android untuk System Pakar Pembenihan Kodok Lembu, khusunya bagi para peternak binatang ini, yang simpel, mudah digunakan, efektif, dan efisien.
Aplikasi ini selanjutnya bisa digunakan secara maksimal oleh para peternak Kodok Lembu, khususnya untuk cara Pembenihan Kodok Lembu yang baik  sehingga mampu meningkatkan kualitas mutu.
A.    3. Batasan Masalah
Beberapa batasan yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Yang dimaksud dengan System Pakar Pembenihan Kodok Lembu berbasis sistem operasi android ialah suatu aplikasi kumpulan masalah-masalah yang sering terjadi saat proses pembenihan kodok lembu  yang di-install pada telepon selular yang mendukung aplikasi Android dimana aplikasi tersebut memungkinkan pengguna telepon selular untuk mencari masalah yang terjadi pada project yang sedang dilakukannya
2. Penggunaan aplikasi ini hanya diperuntukan bagi para pengguna mobile phone Android.
3. Sistem Pakar Pembenihan ini hanya membahas masalah yang terjadi pada saat Pembenihan Kodok Lembu.
4. Pada aplikasi ini juga disediakan forum Tanya jawab antara user dengan pakar pembenihan.
A. 4. Maksud Penelitian
Maksud dilaksanakannya penelitian ini yakni agar penulis dapat  mengembangkan ilmu yang didapat dari perkuliahan dengan mengimplementasikannya pada lembaga tersebut, selain itu penulis dapat mempelajari serta menganalisis pengetahuan yang ada dalam lembaga tersebut untuk pengembangan pengetahuan dalam perkuliahan dan menjadi bekal pengetahuan penulis akan dunia kerja sesuai dengan jurusan yang diambil.
A.    4. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penulisan ini adalah :
1.    Merancang  phone Aplikasi Sistem Pakar Pembenihan Kodok Lembu untuk memberikan informasi solusi dari masalah yang terjadi .
2.    Mengidentifikasi masalah yang terjadi saat proses pembenihan.
3.    Memberikan user interface yang lebih mudah dimengerti.
4.    Memberikan kemudahan kepada semua orang dalam meng-update data.

A.    5. Metode Penelitian
Pada penulisan ini penulis menggunakan beberapa metode untuk memudahkan penulis dalam pembuatan aplikasi. Metode penulisan terdiri dari beberapa langkah.
 Langkah pertama, melakukan studi pustaka, di mana penulis mengambil bahan dari beberapa buku yang berkaitan dengan kebudayaan Indonesia. Selain itu juga penulis mencari informasi melalui internet.
 Langkah kedua, melakukan pembuatan struktur aplikasi. Pada langkah ini penulis merancang konsep dari aplikasi yang akan dibuat dengan menggunakan Struktur Aplikasi.
Langkah ketiga, penulis mengimplementasikannya dalam sebuah bahasa pemrograman yang telah dipilih, yaitu Android yang ditulis dalam bahasa pemrograman  Java dan XML. Java digunakan untuk membuat fungsi – fungsi yang memungkinkan, sedangkan XML digunakan untuk membuat tampilan (interface) aplikasi yang dibuat. Penulis membuat aplikasi tersebut menjadi sebuah file yang dapat diinstall di Android, dengan format file.APK.
 Langkah keempat, melakukan pengujian dan analisa aplikasi. Pada langkah ini penulis melakukan pengujian aplikasi baik pada emulator maupun pada handphone. Selain itu pengujian dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada 30 orang responden menggunakan emulator ataupun handphone yang dimiliki oleh responden yang telah dilakukan instalasi aplikasi ini terlebih dahulu.

A.    6. Waktu Pelaksanaan Penelitian

No
Kegiatan
Waktu
Maret 2014
April 2014
Mei 2014
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Observasi












2
Wawancara












3
Mengidentifikasi kebutuhan












4
Membuat Prototype program












5
Mengadakan system operasional












6
Menguji sistem












7
Menggunakan sistem














A.    7. Sistematika Penulisan
Pembahasan dalam penyusunan skripsi ini dikelompokkan dalam beberapa bab yang bertujuan agar sistematika pembahasan lebih teratur dan lebih jelas. Setiap bab penulis memberikan uraian tentang permasalahan yang penulis angka dalam skripsi ini. Untuk itu penulis akan memberikan penjelasan secara umum dari isi masing-masing bab, yaitu sebagai berikut :
BAB I    PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan latar belakang masalah, maksud dan tujuan, menjelaskan metode penelitian, ruang lingkup dan sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini berisikan penjelasan singkat mengenai konsep dasar dari pengertian tujuan dan unsur-unsur pembuatan program seperti langkah-langkah pembuatan program.
BAB III ANALISA SISTEM BERJALAN
Bab ini menjelaskan secara umum tentang prosedur berjalan,dekomposisi fungsi ,activity diagram ,use case diagram, permasalahan dan alternative pemecahan masalah.
BAB IV ANALISA SISTEM USULAN DAN HASIL UJICOBA PROGRAM
Bab ini menjelaskan tentang ERD , Normalisasi , Class Diagram , Cara menjalankan program , Sequence diagram, Software dan hardware yang dibutuhkan serta analisa biaya.

BAB V PENUTUP
Dalam bab ini penulis menerangkan kesimpulan kesimpulan dan saran-saran yang didapat penulis selama proses pembuatan dan penelitian Skripsi ini yang mungkin berguna untuk masa yang akan datang.
Daftar Pustaka
Daftar pustaka berisi daftar literature mengenai sumber yang digunakan dalam penyusunan skripsi sebagai acuan dalam landasan teori dan dan pembahasan.
Lampiran
Merupakan tambahan informasi mengenai listing program, flowchart program dan struktur Lembaga yang disusun untuk menyusun skripsi, sebagai bahan penunjang pada BAB Pembahasan.


BAB II
LANDASAN TEORI
1.      Tinjauan Pustaka
2.      1. Pengertian Pembenihan
Pembenihan adalah suatu tahap kegiatan dalam budidaya yang sangat menentukan tahap kegiatan selanjutnya, yaitu pembesaran atau suatu kegiatan pemeliharaan yang bertujuan untuk menghasilkan benih dan selanjutnya benih yang dihasilkan menjadi komponen input bagi kegiatan pembesaran (Effendi, 2004).
A.    Kegiatan dan Teknologi Pembenihan
Menurut Effendi (2004), Kegiatan pembenihan meliputi pemeliharaan induk, pemijahan induk, penetasan telur, pemeliharaan larva dan benih, serta kultur pakan alami.

B.     Pemeliharaan induk
Pemeliharaan induk bertujuan untuk menumbuhkan dan mematangkan gonad (sel telur dan sperma). Penumbuhan dan pematangan ikan dapat dipacu melalui pendekatan lingkungan, pakan serta hormonal. Pada pendekatan lingkungan media hidup dibuat seoptimal mungkin sehingga nafsu makan biota budidaya tinggi didalam wadah pemeliharaan. Pakan yang diberikan pada induk memiliki kualitas yang baik terutama kandungan asam amino (protein, asam lemak, karbohidrat, mineral dan jumlah dan rasio yang sesuai).

C.    Pemijahan induk
Pemijahan induk adalah proses pembuahan telur oleh sperma. Induk yang telah matang gonad berarti telah siap melakukan pemijahan. Proses pemijahan dapat berlangsung secara alami dan bantuan, sehingga masing-masing disebut pemijahan alami dan pemijahan buatan. Dalam pemijahan alami, telur dibuahi oleh sperma didalam air setelah dikeluarkan oleh induk betina, proses ini biasanya didahului oleh aktifitas percumbuan oleh kedua induk tersebut. Pada pemijahan buatan, pembuahan telur oleh sperma dilakukan oleh bantuan manusia. Telur dipaksa keluar dari tubuh induk betina. Pemijahan dapat berlangsung setelah melalui proses perangsangan.Perangsangan pemijahan dapat dilakukan dengan mengatur lingkungan dan pemberian hormon.

D.    Penetasan telur
Penetasan telur bertujuan untuk mendapatkan larva, untuk itu telur hasil pemijahan diambil dari bak pemijahan kemudian diinkubasikan dalam media penetasan dalam wadah khusus sehingga disebut wadah penetasan. Wadah ini berbentuk bak, tangki, akuarium, kolam atau ember besar.

E.     Pemeliharaan larva dan benih
Pemeliharaan larva merupakan kegiatan yang paling menentukan keberhasilan suatu pembenihan, hal ini disebabkan sifat larva yang merupakan stadia paling kritis dalam siklus hidup biota budidaya, sehingga pemeliharaan larva merupakan kegiatan yang paling sulit. Pemeliharaan larva dan benih meliputi persiapan wadah, penebaran larva, pemberian pakan dan pengelolaan air.

F.     Kultur pakan alami
Pakan alami (live food) merupakan salah satu jenis pakan yang digunakan dalam bidang akuakultur. Selain pakan alami dalam akuakultur dikenal pakan buatan dan pakan tambahan.

2.    3. Pengertian dan Fungsi Android
Pengertian Android adalah sistem operasi berbasis Linux yang dipergunakan sebagai pengelola sumber daya perangkat keras, baik untuk ponsel, smartphone dan juga PC tablet.  Secara umum Android adalah platform yang terbuka (Open Source)  bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh berbagai piranti bergerak. Telepon pertama yang memakai sistem operasi Android adalah HTC Dream, yang dirilis pada 22 Oktober 2008. Pada penghujung tahun 2009 diperkirakan di dunia ini paling sedikit terdapat 18 jenis telepon seluler yang menggunakan Android.
Semenjak kehadirannya pada 9 Maret 2009, Android telah hadir dengan versi 1.1, yaitu sistem operasi yang sudah dilengkapi dengan pembaruan estetis pada apalikasinya, seperti jam alrm, voice search, pengiriman pesan dengan Gmail, dan pemberitahuan email. Hingga tahun 2012, Android telah berkembang dengan pesat. Dalam kurun 3 tahun Android telah diproduksi dalam versi, dan versi terakhir yang diproduksi disebut sebagai Android versi 4.1 atau Android Jelly Bean.
Perkembangan Android dari tahun 2009 – 2012

Android versi 1.1
Android versi 1.5 (Cupcake)
Android versi 1.6 (Donut)
Android versi 2.0/2.1 (Eclair)
Android versi 2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt)
Android versi 2.3 (Gingerbread)
Android versi 3.0/3.1 (Honeycomb)
Android versi 4.0 (ICS :Ice Cream Sandwich)
Android versi 4.1 (Jelly Bean)

2.      4. Eclipse
Eclipse adalah sebuah IDE (Integrated Development Environment) untuk mengembangkan perangkat lunak dan dapat dijalankan di semua platform (platform-independent). Berikut ini adalah sifat dari Eclipse:
a. Multi-platform: Target system operasi Eclipse adalah Microsoft  Windows, Linux, Solaris, AIX, HP-UX dan Mac OS X.
b. Multi-language: Eclipse dikembangkan dengan bahasa pemrograman Java, akan tetapi Eclipse mendukung pengembangan aplikasi berbasis bahasa pemrograman lainnya, seperti C/C++, Cobol, Python, Perl, PHP, dan lain sebagainya.
c. Multi-role: Selain sebagai IDE untuk pengembangan aplikasi, Eclipse pun bisa digunakan untuk aktivitas dalam siklus pengembangan perangkat lunak, seperti dokumentasi, test perangkat lunak, pengembangan web, dan lain sebagainya.

                   2. 4. Analisis Data
Analisa data dapat diartikan sebagai membandingkan dua hal atau nilai variabel untuk mengetahui selisihnya atau rasionya, kemudian diambil kesimpulannya atau menguraikan suatu keseluruhan menjadi bagian-bagian atau komponen-komponen yang lebih kecil, agar dapat membandingkan salah satu atau beberapa kkomponen dengan keseluruhan.

                   2. 5.  UML
Unified Modeling Language (UML) adalah merupakan sistem arsitektur yang bekerja dalam OOAD (Object-Oriented Analysis Design) dengan satu bahasa yang konsisten untuk menentukan, visualisasi, mengkontruksi dan mendokumentasi artifact (sepotong informasi yang digunakan atau dihasilkan dalam suatu proses rekayasa software, dapat berupa model, deskrispi, atau software) yang terdapat dalam sistem software. UML merupakan bahasa pemodelan yang paling sukses dari tiga metode Orientasi Obyek yang telah ada sebelumnya yaitu :
     1. Grady Booch OOD (Object-Oriented Design)
 2. Jim Rumbaugh OMT (Object Modeling Tecnique)
                   3. Ivar Jacobson OOSE (Object-Oriented Software Engineering)
                    
                        2. 6.  Konsep Dasar Basis Data
Basis data (database) adalah kumpulan dari berbagai data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Basis data tersimpan di perangkat keras, serta dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi dari tipe data, struktur dan batasan dari data atau informasi yang akan disimpan. Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi pada para pengguna atau user . Penyusunan basis data meliputi proses memasukkan data kedalam media penyimpanan data dan diatur dengan menggunakan perangkat Sistem Manajemen Basis Data (Database Management System DBMS). Manipulasi basis data meliputi pembuatan pernyataan (query) untuk mendapatkan informasi tertentu, melakukan pembaharuan atau penggantian (update) data, serta pembuatan report data.  

Daftar Pustaka

Gramlich, N. 2010. “Andbook!”. http://andbook.anddev.org/files/andbook.pdf. Diakses tanggal 11 November 2011.
Hermawan S, Stephanus. 2011. Mudah Membuat Aplikasi Android. Penerbit Andi.
Mesran. 2009. Pengenalan Komputer & Bahasa Pemrograman. http://www.stmik-budidarma.ac.id/Download/D3%20-%20Algoritma%20&%20Pemrograman.pdf, diakses tanggal 12 November 2011.
Raharja, Pribadi.. 2010. Daftar-Daftar Simbol UML. http://www.pribadiraharja.com/.../DAFTAR_SIMBOL.doc , diakses tanggal 11 November 2011.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar